Selasa, 24 Mei 2011

Bacaan Tentang Islam


Islam (Arab: al-islām, الإسلام Tentang suara inidengarkan (bantuan·info): "berserah diri kepada Tuhan") adalah agama yang mengimani satu Tuhan, yaitu Allah. Dengan lebih dari satu seperempat milyar orang pengikut di seluruh dunia [1][2], menjadikan Islam sebagai agama terbesar kedua di dunia setelah agama Kristen.[3] Islam memiliki arti "penyerahan", atau penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan (Arab: الله, Allāh).[4] Pengikut ajaran Islam dikenal dengan sebutan Muslim yang berarti "seorang yang tunduk kepada Tuhan"[5][6], atau lebih lengkapnya adalah Muslimin bagi laki-laki dan Muslimat bagi perempuan. Islam mengajarkan bahwa Allah menurunkan firman-Nya kepada manusia melalui para nabi dan rasul utusan-Nya, dan meyakini dengan sungguh-sungguh bahwa Muhammad adalah nabi dan rasul terakhir yang diutus ke dunia oleh Allah.

Aspek kebahasaan
Kata Islam merupakan penyataan kata nama yang berasal dari akar triliteral s-l-m, dan didapat dari tatabahasa bahasa Arab Aslama, yaitu bermaksud "untuk menerima, menyerah atau tunduk." Dengan demikian, Islam berarti penerimaan dari dan penundukan kepada Tuhan, dan penganutnya harus menunjukkan ini dengan menyembah-Nya, menuruti perintah-Nya, dan menghindari politheisme. Perkataan ini memberikan beberapa maksud dari al-Qur’an. Dalam beberapa ayat, kualitas Islam sebagai kepercayaan ditegaskan: "Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam..."[7] Ayat lain menghubungkan Islām dan dīn (lazimnya diterjemahkan sebagai "agama"): "...Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu."[8] Namun masih ada yang lain yang menggambarkan Islam itu sebagai perbuatan kembali kepada Tuhan-lebih dari hanya penyataan pengesahan keimanan.[9]
Secara etimologis kata Islam diturunkan dari akar kata yang sama dengan kata salām yang berarti “damai”. Kata 'Muslim' (sebutan bagi pemeluk agama Islam) juga berhubungan dengan kata Islām, kata tersebut berarti “orang yang berserah diri kepada Allah" dalam bahasa Indonesia.

Kepercayaan

Kepercayaan dasar Islam dapat ditemukan pada dua kalimah shahādatāin ("dua kalimat persaksian"), yaitu "Laa ilaha illallah, Muhammadar Rasulullah" — yang berarti "Tiada Tuhan selain Allah, Muhammad adalah utusan Allah". Adapun bila seseorang meyakini dan kemudian mengucapkan dua kalimat persaksian ini, berarti ia sudah dapat dianggap sebagai seorang Muslim atau mualaf (orang yang baru masuk Islam dari kepercayaan lamanya).
Kaum Muslim percaya bahwa Allah mewahyukan al-Qur'an kepada Muhammad sebagai Khataman Nabiyyin (Penutup Para Nabi) dan menganggap bahwa al-Qur'an dan Sunnah (setiap perkataan dan perbuatan Muhammad) sebagai sumber fundamental Islam.[10] Mereka tidak menganggap Muhammad sebagai pengasas agama baru, melainkan sebagai pembaharu dari keimanan monoteistik dari Ibrahim, Musa, Isa, dan nabi lainnya (untuk lebih lanjutnya, silakan baca artikel mengenai Para nabi dan rasul dalam Islam). Tradisi Islam menegaskan bahwa agama Yahudi dan Kristen telah membelokkan wahyu yang Tuhan berikan kepada nabi-nabi ini dengan mengubah teks atau memperkenalkan intepretasi palsu, ataupun kedua-duanya.[11]
Umat Islam juga meyakini al-Qur'an sebagai kitab suci dan pedoman hidup mereka yang disampaikan oleh Allah kepada Muhammad. melalui perantara Malaikat Jibril yang sempurna dan tidak ada keraguan di dalamnya (Al-Baqarah [2]:2). Allah juga telah berjanji akan menjaga keotentikan al-Qur'an hingga akhir zaman dalam suatu ayat.
Adapun sebagaimana dinyatakan dalam al-Qur'an, umat Islam juga diwajibkan untuk mengimani kitab suci dan firman-Nya yang diturunkan sebelum al-Qur'an (Zabur, Taurat, Injil dan suhuf para nabi-nabi yang lain) melalui nabi dan rasul terdahulu adalah benar adanya.[12] Umat Islam juga percaya bahwa selain al-Qur'an, seluruh firman Allah terdahulu telah mengalami perubahan oleh manusia. Mengacu pada kalimat di atas, maka umat Islam meyakini bahwa al-Qur'an adalah satu-satunya kitab Allah yang benar-benar asli dan sebagai penyempurna kitab-kitab sebelumnya.
Umat Islam juga meyakini bahwa agama yang dianut oleh seluruh nabi dan rasul utusan Allah sejak masa Adam adalah agama tauhid, dengan demikian tentu saja Ibrahim juga menganut ketauhidan secara hanif (murni imannya) maka menjadikannya seorang muslim.[13][14] Pandangan ini meletakkan Islam bersama agama Yahudi dan Kristen dalam rumpun agama yang mempercayai Nabi Ibrahim as. Di dalam al-Qur'an, penganut Yahudi dan Kristen sering disebut sebagai Ahli Kitab atau Ahlul Kitab.
Hampir semua Muslim tergolong dalam salah satu dari dua mazhab terbesar, Sunni (85%) dan Syiah (15%). Perpecahan terjadi setelah abad ke-7 yang mengikut pada ketidaksetujuan atas kepemimpinan politik dan keagamaan dari komunitas Islam ketika itu. Islam adalah agama pradominan sepanjang Timur Tengah, juga di sebagian besar Afrika dan Asia. Komunitas besar juga ditemui di Cina, Semenanjung Balkan di Eropa Timur dan Rusia. Terdapat juga sebagian besar komunitas imigran Muslim di bagian lain dunia, seperti Eropa Barat. Sekitar 20% Muslim tinggal di negara-negara Arab,[15] 30% di subbenua India dan 15.6% di Indonesia, negara Muslim terbesar berdasar populasi.[16]

Adab Berpakaian Muslim dan Muslimah

Adab Berpakaian Muslim dan Muslimah
Kajian Ilmiah Islam menjelaskan beberapa adab berpakaian muslim dan muslimah (Durasi 3 Jam 2 menit 44 detik)
1) Mengakui nikmat Allah dalam berpakaian, 2) Tawadhu' dalam berpakaian dan tidak berlebih-lebihan, 3) Tidak memakai pakaian yang bersifat menarik perhatian orang lain, 4) Memakai pakaian berwarna putih, 5) Memakai gamis (karena Rasulullah menyenangi memakai gamis), 6) Memulai dari kanan ketika memakai pakaian, 7) Melepaskan pakaian dimulai dari yang kiri, 8) Tidak memanjangkan pakaian melebihi mata kaki bagi kaum muslimin, 9) Memanjangkan max satu hasta untuk pakaian wanita, 10) Haramnya sutra dan emas bagi kaum pria, 11) Tidak memakai pakaian wanita bagi kaum laki-laki atau sebaliknya, 12) Tidak menyerupai pakaian khusus orang kafir, 13) Memiliki ujung sorban dan menempatkan di depan dada dan menyelisihi cara memakai sorban orang-orang kafir, 14) Menutup aurat, 15) Memakai bahan pakaian yang halal, 16) Berdo'a ketika memakai baju yang baru, 17) Mendo'akan seseorang jika memakai pakaian baru, 18) Berdo'a ketika setiap kali memakai pakaian.

Ruqyah Syar'i Durasi 2 Jam 20 Menit 48 Detik
Ruqyah merupakan hal yang sangat penting untuk dikaji, khususnya saat ini, mengingat masalah ini telah menjadi fenomena yang cukup besar di tengah masyarakat kita. Dengan gencarnya publikasi mengenai ruqyah ini baik di media-media cetak maupun media elektronik membuat masyarakat "Demam Ruqyah" . Namun karena kurangnya informasi yang jelas dan pemahaman yang benar mengenai ruqyah yang telah diajarkan oleh rasulullah shallallahu ‘alaihi was salam , maka muncullah kesalahpahaman pada sebagian masyarakat dan kesalahan seputar masalah ruqyah ini., seperti: munculnya orang-orang yang terpanggil untuk berkosentrasi meruqyah, padahal umumnya kebanyakan orang-orang yang terjun meruqyah dizaman sekarang ini, kita lihat adalah orang-orang yang baru saja belajar, baru saja mengarah kepada iltizam yang terkadang bacaan Al Qur'annya pun belum tepat., belum lagi ilmu-ilmu syar'i  mereka yang dangkal sehingga timbul bentuk-bentuk penyimpangan, ijtihad-ijtihad yang keliru, terkadang dengan serampangan mereka mengatakan saat ia meruqyah dan tidak ada terjadi reaksi apa-apa "Pak!, jin yang menganggu Bapak tidak berani ke sini, sehingga tidak terjadi reaksi apa-apa . Subhanallah !!! Bagaimana ia dapat memastikan bahwa jin tersebut tidak datang, karena ini masalah ghaib, tidak bisa seorang peruqyahpun yang bisa memastikan karena jin kita tidak bisa bergaul dengannya, kita tidak melihatnya, semua itu hanya berdasarkan pengalaman-pengalaman dan perkiraan belaka, oleh karena itu tidak bisa dipastikan. Bisa jadi pasien tadi tidak sakit, sehingga tidak terjadi reaksi saat dibacakan ayat-ayat al Qur'an,. Kenapa begitu berani. ataukah karena malu, malu dikatakan oleh orang setelah dibacakan Al Quran tidak ada reaksi apa-apa, tidak ampuh bacaannya.
Karena kesalahpahaman masalah ini, banyak kasus orang-orang yang meminta ruqyah umumnya bukanlah orang-orang yang betul-betul terkena gangguan, tetapi lebih cenderung orang-orang yang terkena was-was, halusinasi, ilusi belaka dan itu umumnya, hanya sedikit saja yang betul-betul terkena gangguan jin, terkena sihir dan lain sebagainya.
Seorang penulis tentang masalah ini mengatakan: "Barang siapa yang mengikuti dan mengamati fenomena ini yang terjadi akhir-akhir ini, maka dia dapat memastikan bahwasanya kebanyakan orang-orang yang melakukan praktek ruqyah dan orang-orang yang minta diruqyah telah melampaui batas-keluar dari bingkai syar'i dan telah melangkahi tujuan-tujuan mulia yang karenanya disyariatkan ruqyah syar'iyyah." 
Sebagian memanfaatkan ruqyah syar'iyyah untuk mencari ketenaran; sebagian menjadikan ruqyah syar'iyyah sebagai jembatan atau tangga untuk mengeruk keuntungan, ruqyah kantor sekian harganya, ruqyah rumah sekian harganya, per botol air yang diruqyah sekian harganya, itu sekarang sudah muncul, padahal ruqyah syar'iyyah adalah ibadah yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi was salam, dan ibadah tidak boleh dijadikan jembatan atau tangga untuk mengeruk keuntungan dunia. Sampai seperti ini sampai ada yang menjual ini air ruqyah intensive dan ini tidak. . . .
Kajian ilmiah Islam mengenai masalah ruqyah ini dengan tema: "RUQYAH SYAR'IYAH, RUQYAH ANTARA SUNNAH DAN BID'AH atau Meluruskan Persepsi Masyarakat Seputar Ruqyah" dimaksudkan agar khurafat-khurafat seputar masalah ini dapat dihapuskan, agar ruqyah syar'iah yang  betul=betul
rmerupakan sunnah betul yang diajarkan oleh rasulullah  diterapkan dengan benar sesuai dengan yang telah digariskan atau yang berada dalam bingkai syar'iyyah. Kajian ini berisi tentang Penjelasan Tentang Apa yang Dimaksud dengan Ruqyah, Syarat-syarat yang harus dimiliki dan hal-hal yang mesti diketahui oleh peruqyah, Adab-adab saat Meruqyah, Sarana atau obat-obat yang dibenarkan serta tanya jawab mengenai permasalahan ini.

TENTANG ISLAM

Islam berasal dari bahasa arab, yaitu: Aslama-Yuslimu-Islaaman. Artinya: patuh, tunduk,menyerahkan diri dan selamat.Sedangkan menurut istilah Islam adalah "Agama yang mengajarkan manusia berserah diri dan tunduk sepenuhnya kepada Allah untuk menuju keselamatan di dunia dan di akhirat."Yang dimaksud dengan tunduk atau berserah diri adalah mengerjakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya (taqwa), berdasarkan sabda Nabi SAW: "Islam itu adalah engkau menyembah Allah,tiada engkau persekutukan Dia dengan sesuatu yang lain, engkau dirikan shalat, engkau keluarkan zakat yang difardhukan, engkau berpuasa di bulan Ramadhan dan engkau tunaikan ibadah haji jika engkau sanggup pergi ke Baitullah." ( HR. Bukhori ) Rukun Islam: 1.Mengucapkan 2 kalimat Syahadat 2 .Mendirikan Shalat 3.Menunaikan Zakat 4.Shaum di bulan Ramadhan 5.Menunaikan ibadah Haji bagi yang mampu. Wallahu A'lam.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Powered by Blogger